Kamis, 02 Januari 2014

alas salat

Alas salat,
merupakan penutup lantai untuk membuat yakin kita salat di tempat yang bersih dan suci.
Sebenarnya salat langsung beralaskan tanah atau lantai tidaklah mengurangi nilai dari ibadah salat, selama terjaga kesuciannya.

Dengan meningkatnya kemampuan dan juga keinginan untuk merasa nyaman saat salat,
maka alas salat menjadi bagian yang melengkapi kegiatan salat.
Alas salat umumnya berupa tikar atau karpet yang menutupi seluruh ruangan untuk salat dan digunakan bersama-sama.

Ada lagi alas salat untuk pemakaian sendiri, berupa tikar kecil, disebut sajadah.
Sajadah menjadi kelengkapan seorang muslim dan dijadikan alas untuk salat jika sedang di perjalanan atau salat di luar mesjid.
Sajadah umumnya berbentuk persegi ukuran  sekitar 0,5m x 1m. Ada juga sajadah khusus untuk kepala bersujud, dengan ukuran lebih kecil.

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan :
1. Sering ditemui mesjid yang telah ditutup karpet, tetap ada jemaah yang memakai lagi sajadah miliknya. Untuk hal ini merupakan kewajiban jemaah tersebut menjaga sajadah miliknya terjamin bersih dan suci, sehingga alas mesjid tetap terjaga kebersihan dan kesuciannya.
2. Sebaiknya tidak berbagi tempat sujud di sajadah yang dibawa perseorangan, karena ada penyakit mata dan beberapa penyakit saluran napas dapat menular lewat udara, memungkinkan lewat tempat bersujud.
3. Untuk salat berjemaah di mesjid, sering dijumpai jemaah menggunakan sajadah super lebar, seolah-olah menunjukan wilayah sajadahnya daerah kekuasaan yang tak boleh tersentuh orang lain.
Ini dapat mengurangi keutamaan salat berjemaah, yaitu rapatnya barisan dalam berjamaah.
4. Jika salat di mesjid yang telah dilapis karpet,lebih baik menggunakan sajadah kecil saja yang khusus untuk kepala bersujud . Kalaupun membawa sajadah besar, lipatlah untuk secukupnya tempat kepala bersujud saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar