Selasa, 31 Desember 2013

islam -> bersih -> sehat


                                                                                 
                                                                                   


Islam sangat memperhatikan kebersihan
Bukti pernyataan tersebut akan sukar dipahami, jika kita mengingat
di daerah manakah agama ini bermula.
Tanah Arab.

Yang terbayang adalah,padang pasir,
daerah dengan persediaan air yang terbatas.Sedangkan upaya kebersihan baik itu badan, pakaian ataupun lingkungan banyak mengandalkan mudahnya air.


Tetapi hal ini tidaklah menjadi halangan agama ini dalam mengutamakan kebersihan.

Silahkan perhatikan, salah satu saja,
ibadah yang wajib dalam agama ini, yaitu salat,
harus dilakukan  5 kali setiap hari, seumur hidup.

Sebelum melaksanakan salat, wajib berwudlu dengan menggunakan air membersihkan anggota badan, mulai tangan, kepala, kaki.
Itu baru salat yang 5 kali sehari, jika berkehendak salat sunah maka bertambah kegiatan bersih-bersihnya. 
Belum lagi pada keadaan tertentu, ada kewajiban mandi sebelum salat.

Memperhatikan hal tersebut saja, terlihat betapa melekatnya Islam dengan kebersihan.
Jika bersih, untuk menjadi sehat tentu sudah dekat.

Mau sehat ?

Senin, 30 Desember 2013

BACK TO NATURE, SALATLAH !



Mari perhatikan bagaimana  sangat besar pengaruh pusat tata surya kita,
matahari.

Bumi dan planet-planet yang mengelilinginya sangat bergantung pada keberadaannya.

Di bumi yang kita tinggali ini, musim,cuaca, tingginya permukaan air, pergerakan angin dari mulai sepoi-sepoi yang melenakan sampai badai topan yang menghancurkan,
semua dipengaruhi matahari.

Dalam keseharian kita mengenal fajar, matahari terbit, tengah hari,sore hari, matahari terbenam sebagai sesuatu hal yang berulang sepanjang hidup kita.

Posisi matahari,gaya gravitasi matahari terhadap bumi, kadar paparan sinarnya di  sepanjang hari mempengaruhi perasaan dan fisik kita,
juga tentunya sehat dan sakitnya kita.

Dengan menyadari masalah ini, suatu keharusan setiap manusia
beradaptasi dengan alam,
'back to nature', dimana seperti gambaran di atas, salah satu kunci kita  agar dapat bertahan adalah jika kita seimbang dengan inti alam ,pusat tata surya, matahari.

Pertanyaannya, apa  usaha kita yang secara pasti seimbang dengan matahari?

Jawaban pasti,
salat,
kepada Sang Pemilik matahari.
Dengan salat kita diarahkan agar bergerak secara fisik, mental dan spiritiual  sedikitnya 5 kali sehari pada waktu yang pasti, seperti kepastian matahari mempengaruhi kita.

Back to nature, salatlah , di tiap-tiap awal waktu.






Minggu, 29 Desember 2013

mesjid sehat


Adakah tempat yang lebih sehat dari mesjid ?
Ruang operasi di rumah sakit kah?

Ruang operasi yang menerapkan standar tinggi pada sterilisasi /bebas dari bibit penyakit belum tentu lebih sehat .
Metoda sterilisasi dan pemakaian bahan-bahan kimia berpengaruh dalam menjawab pertanyaan tadi.

Benarkah mesjid  sehat ?

Mesjid sebagai tempat utama untuk salat, mempunyai standar bebas dari najis 
baik tempat, maupun pengunjung yang masuk ke dalamnya.
Najis,diantaranya berupa air seni dan tinja binatang atau manusia merupakan media tempat tumbuhnya berbagai macam bibit penyakit.
Dengan bebasnya mesjid dari najis tentu membuat sehat pengunjungnya.
Sehatnya mesjid bertambah karena semua pengunjung yang akan salat dipastikan telah terbebas dari najis, karena adanya kewajiban bersuci sesudah 'buang air' dan  juga kewajiban membersihkan dengan membasuh anggota tubuh yang merupakan tempat-tempat terluar dan termudah terpapar bibit penyakit dengan cara berwudlu.

Mau sehat ? 

Hadirlah sedikitnya 5 kali sehari di mesjid

Sabtu, 28 Desember 2013

REKREASI tetap SALAT tetap SEHAT

Tiap akhir pekan atau masa liburan,
rekreasi hampir sudah menjadi rutinitas yang dilakukan kita .

Harapan kita, saat rekreasi  dapat menikmati suasana dan melupakan beban hidup dan tentunya sepulangnya dari rekreasi, kita menjadi lebih 'fresh', lebih semangat dan tentunya lebih sehat.

Sebaliknya, bukanlah harapan kita, sepulang rekreasi menjadi tidak sehat, tidak 'fresh', semangat menurun,karena bertemu kembali kenyataan hidup.


Adanya kemungkinan ini, mengambarkan hasil dari rekreasi kita, yang seharusnya menyenangkan dapat pula memperoleh sebaliknya.

Untuk itu kita harus selalu ingat, dalam keadaan penuh tekanan sehari-hari ada' waktu dan tempat' untuk menurunkan kadar tekanan tersebut .
Sebaliknya, dalam keadaan hilang tekanan pun, diumpamakan astronout di ruang angkasa, tetap harus berpegangan pada 'waktu dan  tempat' untuk menyeimbangkannya.

'Waktu dan tempat' di sini yaitu saat adzan berkumandang dan mesjid,
di manapun kita berada.

Sehingga saat kita 'melayang' berekreasi pun tetap terjaga.
Jiwa dan pikiran kita terpelihara, anggota tubuh juga tetap terjaga dengan gerakan salat yang menyehatkan secara terukur dan teratur.

Jika kondisi ini terjaga, insya Allah, hasil dari rekreasi kita tidak akan jauh dari harapan kita.

Selamat berekreasi , tetaplah salat, tetaplah sehat.




  

Jumat, 27 Desember 2013

Sehat bersama Salat Jum'at

Dengan melakukan salat menjadi sehat?
tentu mudah dimengerti, seperti telah dibahas sebelumnya.
Bagaimana dengan salat Jum'at, adakah kekhususan ?
Sebagaimana namanya, salat ini dilaksanakan hanya pada hari Jum'at. Dilakukan berjamaah (bersama-sama) oleh umat Islam bergender laki-laki.
1.sehat secara sosial 
Kita berbagi peran dengan yang lain, ada yang menjadi  muadzin, khatib, imam dan makmum. Kita berangkat bersama-sama ke tempat yang sama, pada waktu yang sama.
Sesampai di mesjid kita berbagi tempat dengan yang lain, derajat kita sama, siapapun kita dipersilakan menempati tempat terdepan. 
Jelaslah salat ini tidak dapat dilakukan sendirian (non individual).
2.sehat secara mental
Salat Jum'at yang telah pasti waktunya, satu minggu hanya satu kali dan hanya pada  waktu dzuhur, itupun umumnya  di mesjid-mesjid dimulai di awal waktu.
Tak ada pilihan, kita hentikan pekerjaan kita, tentu juga beban stres kita, kita refresh dengan air wudlu, keluhkan kesulitan kita setelah salat sunah, mintakan kemudahan di antara jeda kutbah,setelah salat berjama'ah selesai keluarlah dari pintu masjid dengan jiwa yang lebih kuat.
3.sehat secara fisik
Karena kekhususannya, maka menuntut fisik kita bergerak ke tempatnya (mesjid).
Dan pada waktu yang pasti pula setiap hari Jum'at pada waktu Dzuhur, usus kita persiapkan karena tidak ada makan pada waktu tersebut,termasuk juga' saluran keluarnya'.
Ginjal  kita persiapkan karena aktifitas buang air kemih diatur di luar waktu itu.
Dari kedua urusan 'masuk' dan 'buang' ini terlihat keduanya dipola (yang bisa diartikan dilatih dan diistirahatkan) secara tetap seminggu sekali.
Kemudian juga kulit dibersihkan air wudlu serta  otak, jantung, paru-paru dan semua organ tubuh kita direfresh dengan gerakan salat.

Mau lebih sehat?
perlakukan salat 5 waktu seperti halnya salat Jum'at.

Rabu, 25 Desember 2013

TERSEHAT di MESJID


Suka ke MESJID ?
 
Coba perhatikan, 
siapa yang paling jarang sakit dari sekian banyak jama'ah .
Hampir dipastikan akan mempunyai jawaban yang sama ,yaitu marbot.

(Marbot, yang merupakan pengurus mesjid, umumnya merangkap pula menjadi muadzin salat 5 waktu, kadang-kadang sekalian imam salat meskipun makmumnya tak ada)

Mengapa?
Kuncinya adalah keteraturan fisik dan mental yang disetting dengan waktu salat.

Tidak akan mudah pikun, karena otak dijaga dengan mengingat kapan waktu salat berikutnya tiba, jam berapa, bahkan lebih berapa menitnya harus tepat. Itu dilakukan minimal 5 kali sehari ,di sela-sela kesibukan lainnya.
Tidak akan mudah stres, walau berat beban pekerjaan atau pendapatan secara 
finansial selalu kurang, karena 5 kali sehari juga, pada waktu yang pasti, yaitu di tiap awal waktu salat akan direfresh dengan salat, bersyukur atas segala kemudahan yang telah diterima dan memohon kembali kemudahan berikutnya. 

Jadi agar sehat ada 2 cara,yaitu :
1. jadi marbot
2. seperti marbot, dengan salat 5 waktu di tiap awal waktu mutlak.

Masih mau sehat ? 



islam , teratur, sehat

3 kata di atas dapat dilihat sebagai hal berkaitan satu dengan yang lain.
Allah menciptakan alam semesta dan menjaganya agar masing-masing beredar pada porosnya (QS Yaasin:38)
Menciptakan siang dan malam (QS Al Qashas :73),
Memerintahkan salat pada waktu-waktu yang telah ditentukan( QS Al Baqarah :38)
Beberapa hal tersebut menunjukan serba keteraturan dalam Islam
Dan 1 kata lagi, yaitu sehat, apa hubungannya ?
Ingat,
manusia dapat bertahan karena kemampuannya beradaptasi, dan adaptasi yang terbaik adalah yang dapat 'mendekati  alam'. Semakin mendekati semakin kuat, semakin sehat.
Sehingga sekarang semakin giat kampanye 'back to nature' dalam berbagai hal.
Untuk menyesuaikan dengan keteraturan alam,
salah satunya dengan salat 5 waktu selalu dilakukan di tiap awal waktu.
Waktu salat tergantung dengan posisi matahari, bukan jam buatan manusia yang ada di rumah kita.
Otak kita terjaga di tiap datang waktu salat, mata kita terjaga dengan paparan sinar matahari yang sama di tiap bangun untuk Subuh dan redupnya matahari di waktu lewat Isya.
Usus kita terpola menyesuaikan dengan waktu salat, jantung kita memompa darah, paru-paru mengolah oksigen dan dilatih teratur dengan gerakan salat.

Jadi, masih mau sehat ?

Selasa, 24 Desember 2013

NIKMAT SEHAT



Pengertian sehat menurut WHO adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial,
bukan hanya bebas dari sakit dan kelemahan.
Berkait dengan kebutuhan manusia,
ada pendapat umum bahwa kesehatan bukanlah segala-galanya
tapi tanpa kesehatan, segala-galanya tak ada artinya.
Mempunyai harta melimpah, jabatan tinggi tapi dalam kondisi tidak sehat, dapatkah menikmatinya?
Sangat masuk akal kita sering mendengar para penceramah dalam memulai ceramahnya dengan mengajak mensyukuri nikmat iman, nikmat islam dan nikmat sehat.